PENGARUH KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL DAN BUDAYA ORGANISASI TERHADAP KINERJA KARYAWAN DI THE AXANA HOTEL PADANG
Keywords:
KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL, BUDAYA ORGANISASIAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dampak dari gaya kepemimpinan transformasional (X1) dan atmosfer budaya organisasi (X2) terhadap hasil kerja karyawan (Y) di The Axana Hotel Padang. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain asosiatif kausal. Pengumpulan data dengan cara kuesioner tertutup yang menggunakan skala Likert 1 hingga 5. Sampel penelitian ditetapkan dengan metode total sampling yang mencakup 53 karyawan aktif yang memiliki status Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT) dan telah bekerja sekurang-kurangnya enam bulan di The Axana Hotel Padang. Selanjutnya, data yang terkumpul diolah melalui serangkaian tahapan analisis, meliputi uji asumsi klasik, analisis regresi linear berganda, uji t, uji F, dan penghitungan koefisien determinasi (R²), yang seluruhnya diproses menggunakan software SPSS. Berdasarkan hasil analisis deskriptif, variabel kepemimpinan transformasional tercatat berada pada kategori baik dengan skor rata-rata 4,09. Sementara itu, variabel budaya organisasi turut berada pada kategori baik dengan skor rata-rata 4,17, begitu pula dengan kinerja karyawan yang juga masuk kategori baik dengan skor rata-rata 4,16.Pengujian hipotesis memperlihatkan tiga temuan utama. Pertama, kepemimpinan transformasional terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan (t = 5,060; p = 0,000). Kedua, pengaruh budaya organisasi terhadap kinerja karyawan hanya bersifat parsial dan tidak signifikan (t = 1,921; p = 0,060), meski arah hubungannya tetap positif. Ketiga, secara simultan, kepemimpinan transformasional dan budaya organisasi sama-sama memberikan pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan (F = 82,486; p = 0,000). Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,767 mengindikasikan bahwa kedua variabel tersebut secara bersama-sama mampu menjelaskan 76,7% variasi yang terjadi pada kinerja karyawan. Temuan ini mengindikasikan bahwa gaya kepemimpinan yang dirasakan oleh karyawan adalah faktor utama yang berkontribusi terhadap peningkatan kinerja, sementara budaya organisasi memiliki peran penting, khususnya saat berkolaborasi dengan kepemimpinan transformasional yang kuat.

